Ku buka lemari, ternyata takbisa
kunci pembuka ternyata tak ada
saku ku geledah, tas ku bedah
tak ada hasil, siapa pencuri kunci?
menyusuri alur berlari-lari, ucapnya kesana kesini
ku dobrak meja, kursi ku tendang
mengretak, semoga dia mengaku
dia yang mengambil kunci lemari
hampir ku keluarkan mataku ku kerutkan keningku
dengan nada tinggi, meledak mencaci maki
ku sebar pandang ke setiap sudut ruang
tangan mengepal siap menyerang
arah mata angin ku ku jelajahi,
tanpa terkecuali
hingga ku lihat lemari no enam
mengacungkan jari tengan di tangan
tanpa pikir panjang
tangan melayang menjajah ruang
baju kusut, buku bertumpuk, pulpen bergelimpang
tapi seperti hal familiar ku kenal
aku tunduk malu dan sadar
ternyata ini lemariku
lemari tak berkunci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar